Melihat senja sore tadi

Betapa hatiku bergetar mengingatmu

Mengingat sore tak terlupakan kita

Tak hanya indah

Namun kadang berselimut awan gelap

Dan kabut tak tersingkap

Tak hanya keemasan

Namun kadang hitam kelam

Dan jalan tak tentu arah

Senja ke dua puluh enam

Aku ingin menjadikannya ribuan

Bersamamu.

*photo courtesy of Febrian

Dari blog si mbak satpam emyou. Haha. Saya sih seneng nulis bulbo, tapi akhir-akhir ini rada males. Nah waktu liat ini jadi pengen bikin bulbo lagi… tapi di blog. Namanya jad bulblog donk yah. Hehe. Garing ah.

Yuk mari.

RULES:
1. Put Your itunes, windows media player, winamp etc on Shuffle
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS
4. Put any comments in brackets after the song name
5. Tag some lucky people to spread the disease

If someone says “is this okay?” you say..
Unbreak My Heart – Toni Braxton

Aaaaarrgghhh pas bangeett!!! Please don’t ever break my heart, i beg you. Oh well this sounds pity but really. It’s not that i can’t live without you. I absolutely can. I just don’t want.

*hloh kok jadi curhat*

How would you describe yourself?
Separated – Usher

Dengan status TKW saya separated dengan keluarga dan mas ganteng tercinta. Di kota ini pun saya separated ama temen-temen. Autis tenan lah pokoknya.

What do you like in a guy/girl?
Pandangan Pertama – A Rafiq

Gak usah nanya kenapa saya punya lagu itu!! hyahahah :twisted: Ah saya sebenernya gak gitu terkesan pada pandangan pertama sih. Lebih suka kesan ketiga, keempat, dan seterusnya jika memang ingin dilanjutkan. Halah. :p

How do you feel today?

Oh Baby I Love Your Way – Big Mountain

Hyaaaa… I don’t really like his way, in certain thingie. Tapi untuk caranya yang satu itu, dan yang anu itu, dan terutama yang (ehm) itu… Saya suka banget. Oh baby, i like your waaaayyy….

What is your life’s purpose?

Pelangi di Matamu

Saya pengen liat pelangi di mata orang-orang yang saya cintai, saya ingin melakukan sesuatu untuk membahagiakan mereka. Bapak, ibu, adek2, mbah kakung, mas bee, papah, mamah. Gak selalu, bahkan kadang saya bikin mereka kesel. But i do try my best. Ada pelangi di bola matamu yang memaksa diri tuk bilang… Aku sayang padamu.

What is your motto?
Passion Flower – OST Tokyo Love Story

Aaahhh saya ini memang orangnya passionate (tapi gak sampe meletup-letup kayak ito Gage) dan spontan. Kalo bunga artinya apa? Sebentar tumbuh lalu mati? Saya gak mau jadi kayak gitu. 

What do your friends think of you?
You Are – Dolly Parton

What i really am? Okay ini pertanyaan terbuka deh buat kalian yang baca bulblog ini. Jawab di komen ya, what do you think of me. Makasih ;)

What do you think of your parents?
Ayat-ayat Cinta – Rossa

Hyaaaaa… Jadi inget semenjak pindah ke Breda saya belum pernah ke gereja karena belum nemu gereja disini. Maaf ya pak, yang tiap minggu selalu sms ngingetin saya ke gereja *menunduk penuh perasaan bersalah*

Dan hey, sepertinya sudah lama saya gak berdoa buat orang lain.

What do you think about very often?
Sometimes Love Just Ain’t Enough – Patty Smith

Huhuhu… Ini emang jadi sontrek dunia percintaan saya akhir-akhir ini. 

There’s a danger in loving somebody too much, and it’s sad when you know it’s your heart you can’t trust

There’s a reason why people don’t stay where they are… Baby, sometimes, love just aint enough.

What is 2 + 2?

True Love – Fuji Fumiya (OST Asunaro Hakusho)

Iya itu bener. 2 adalah bapak dan ibu saya yang menghasilkan saya, dan dua lagi adalah papah dan mamah yang menghasilkan mas bee. Penjumlahannya adalah TRUE LOVE. 

Silakan muntah, itu plastiknya ada di kursi deretan paling belakang.

What do you think of your best friends?
Nada-nada Cinta – Rossa

Chriz menyapa semua rangeeerrrzzzz… kalian pada dimana?? I LOVE YOU ALL, DEAR!!! Tetaplah pada sumpah kita! jangan katakan pada dunia kalo kita ini POWER RANGERS!!!! Gyahahahahah *kumat*

What do you think of the person you like?
Biarlah – Nidji

Yah bener-bener sesuai dengan lagunya. Biarlah dia tetep seperti itu. Kata Billy Joel kan i love you just the way you are.

What is your life story?
Bintang Kecil

Iya, lagu anak-anak itu. Hidup saya seperti bintang, yang seperti gak keliatan tapi tetap bersinar. *menerawang lebay*

What do you want to be when you grow up?
I’ll Be Seeing You – Frank Sinatra

I grew up older…. And i already see him ;)

What do you think of when you see the person you like?
Pudar – Rossa

Memudarkan semua bayangan orang di sekelilingku sehingga yang terlihat dimataku hanya dia, dia, dan dia. OMG kenapa hari ini saya super lebay.

What will u dance to at ur wedding?
I love You In The Same Old Way – Paul Anka

Lagunya lucu dan asik banget buat ngedaaaancee… Dance 70an tapinya. Haha. Dan lagu ini sumpah romantis.

I remember when we used to be in our teens,I wear bobby socks and old blue jeans 
That was long so I’d like to say, I love you in the same old way, a-ha-ha 

What will they play at your funeral?
Love Story – Andy Williams

Lagu kesukaan mas bee, dia suka nyanyiin lagu ini sambil ngelus-elus kepala saya. Dan mungkin kalo saya mati duluan saya pengen minta dia nyanyiin lagu ini lagi buat saya. *Ahiiiks*

Where do i begin 
To tell the story 
Of how greatful love can be 
The sweet love story 
That is older than the sea 
That sings the truth about the love she brings to me 
Where do i start 

What is your hobby/interest?
Tangis Rindu – Iis Sugiarto

WHUAHAHAHAHA… Another lagu jaduuuulll !!!! Tapi iya. Saya suka banget nangis, entah karena kangen, sedih, marah, bahkan seneng.  

OH KENAPA WINAMP SAYA SEDANG SANGAT MENDUKUNG SEMUA PERTANYAAN BULBO INIIIIIIII

What is your biggest fear?
Yang Pertama Kali – Pance Pondaag

Hehehe… Saat-saat pertama kali itu emang menakutkan, ya kan? Malam pertama contohnya. Halah.

What is your biggest secret?
Black Out – Scorpions

Hehe. Black Out yaaaaa…. SECRET.

What do you think of your friends?
For The First Time – Kenny Loggins

I do love my friends. They are precious, and deserve special first place in my heart. Terimakasih sudah mau menjadi teman-teman saya ya :)

What will you post this as?
Crazy Love – Paul Anka

Ahahaha… Pakde Paul lagi. Oh yeah. Postingan ini adalah kegilaan cinta saya pada kalian semua, teman-temanku, keluargaku, kekasihku, dan siapapun yang membaca blog ini. OYE !!

x x x

NGETAG SIAPA YAAAAAAA….

Sapa aja deh yang baca blog inih, yang lagi gak punya ide posting gara2 kebanyakan ngeplurk atau lagi yang leyeh-leyeh di rumah sambil dengerin winamp.

Ending, dan awal dari sesuatu yang baru.

Belasan tahun lalu, aku masih SD dan kamu TK. Tapi kita sudah belajar bersaing. Kamu masih ingat mangkok merah itu, yang akhirnya jadi tempat minyak bekas penggorengan ibu? Ya, itu mangkok yang kita perebutkan, untuk membuktikan siapa yang makan paling cepat. Ya, meskipun tak ada penghargaan yang diberikan oleh Eyang Uti untuk dia yang lebih cepat menghabiskan makanan – dan tentu saja mangkok merah itu jadi maskot, karena isinya paling sedikit. Beberapa tahun kemudian, aku SMP dan kamu SD. Ah aku masih ingat betul kita pernah saling mendiamkan di rumah selama hampir dua tahun. Tidak bertegur sapa kecuali sekedar basa-basi busuk. Entah kita ini saudara seperti apa. Kamu masih ingat gak, waktu kamu kelas 6 SD  kamu kabur ke surabaya sendirian. Aku senang, karena aku gak punyamusuh lagi di rumah. Tapi aku tak tega melihat ibu menangis terus. Jadi aku berpura-pura ikut sedih dan menyuruhmu pulang lewat telepon. Aku masih belum sayang kamu.

Waktu kamu masuk SMA, gak cuma ibu tapi aku ikut mengepak barang-barang yang akan kamu bawa ke tempat kos baru. Well, bukan kos tapi rumah teman bapak. Aku tahu kamu gak rela, tapi kamu mau karena ingin meringankan beban orang tua kita. Karena aku juga kos, dan bapak ingin aku dapat kos cewek yang layak. Meski kamu harus mendapatkan kos yang sepertinya gak nyaman kamu tinggali. Meski kamu gak bisa sering-sering pulang walaupun gak betah di kost, karena biaya pulang mahal. Dan aku mulai sayang padamu. Aku mulai rindu saat-saat kita di depan tv dengan si mbotol adik kita yang paling kecil, dan gak pernah habis bahan celaan kita sampe mbotol menangis. Aku mulai sering main ke kosmu, hanya sekedar tahu bagaimana kabarmu. Aku mulai sadar, kamu tidak selemah yang aku duga.

Kamu kelas 3 SMA, dan aku sudah kuliah. Uang yang harusnya buat biaya kosmu, aku pakai untuk biayaku masuk kuliah. Sekali lagi aku mengorbankanmu. Orang yang dulu kamu tinggali pindah, dan kamu harus mencari tempat kos baru. Dan semua tempat kos mahal. Dan orang tua kita sedang kekurangan. Dan kamu memilih tinggal gratis di sekolah, menitipkan barang di rumah tukang kebun sekolah. Kamu memilih belajar dan tidur di ruang guru. Kamu memilih mandi di kamar mandi SMA mu.

Sementara aku kuliah dan perhatianku terbagi pada banyak hal, kamu masih SMA dan fokus pada sekolahmu. Bahkan disaat-saat aku putus asa dengan masalah yang kita hadapi bersama, kamu yang menenangkan aku, yang mengatakan padaku semua akan baik-baik saja. Kamu gak pernah lupa mengingatkanku bahwa badai pasti berlalu.

Kamu lulus SMA, dan harus kuliah. Dan masih, orang tua kita harus membagi biaya. Dan kamu memilih ujian masuk sekolah tinggi yang gratis itu, dengan resiko jika kamu gak diterima kamu akan kerja dan bukannya mencari universitas swasta. Kamu diterima. Lagi-lagi kamu harus tinggal di tempat yang tidak layak. Ah sudahlah, gak perlu diceritakan. Hatikupun sakit kalau mengingat-ingat rangkaian kisah di awal kamu kuliah. Aku gak ingin kamu mengalami hal-hal seperti itu lagi. Jiwaku semakin lemah, tapi kamu bertambah kuat, dan gak pernah berhenti menguatkanku ketika aku sudah ingin berhenti saja. Aku makin sayang padamu, dan selalu berdoa suatu saat Tuhan membawamu pada keadaan yang lebih layak untukmu.

Akhirnya kamu harus skripsi. Dan aku – juga bapak – lagi gak punya uang untuk membelikanmu komputer. Kamu gak pernah mengeluh, dan tiba-tiba aku dengar kabar 11 September ini kamu akan sidang skripsi. Ternyata kamu berhasil melewati masa-masa skripsi itu. Kamu luar biasa, gak seperti aku yang memohon pada bapak untuk dibelikan laptop ketika tahun kemarin aku mengerjakan skripsiku.

Jam 10 malam ini waktu Eropa Central, aku menerima sms dari ibu. SMS singkat saja, gak seperti sms-sms beliau yang biasanya panjang.

YEFTA LULUS NDUK. MATUR SEMBAH NUWUN MARANG GUSTI PANGERAN.

Aku gak tahan untuk gak menangis. Akhirnya semuanya selesai sudah. Masa-masa yang berat untuk kita sudah berakhir. Gak ada lagi kita yang harus puasa karena uang habis di tengah minggu, gak ada lagi kita yang males masuk sekolah karena belum bayar buku atau SPP. Dan ada satu kabar baik lagi yang menyertai kelulusanmu. Ibu pulang.

Selamat ya, selangkah lagi untuk menunggu penempatan dan pengangkatan jadi PNS. Sudah saatnya kamu menikmati apa yang sudah kamu tabur. Aku sungguh bangga padamu. Aku ingin mengatakan sesuatu, yang belum pernah kukatakan secara lisan. Yang hanya berani kukatakan lewat sms, atau comment Friendster, atau posting blog ini :

Mbak sayang kamu.

 

Iya saya tau judulnya dangdut abis. Tapi posting kali ini saya cuma kopi paste dari sini. Pas liat judulnya kok tiba-tiba pengen ikut dangdutan dengan mempublishnya lagi di blog. Gyakakakak… 

Oh mas gantengku tercinta, jerit hati njenengan kayak gini jugakah? *wink*

Jerit Hati Suami TKW 

Karawang - Memiliki istri yang bekerja di luar negeri mungkin jaminan asap dapur mengepul. Gaji lebih besar dan kesejahteraan terjamin. Tapi ada sesuatu yang hilang, yang dirasakan para pria yang beristrikan TKW.
“Tidak bertemu bertahun-tahun ada perasaan sedih apalagi pas bulan Ramadan dan lebaran, tidak bisa berkumpul,” ujar Rasim (33) yang memiliki istri TKW kepada detikcom, Rabu (10/9/2008). 

Rasim mengaku, hampir 5 tahun dirinya bersama seorang anaknya ditinggal kerja sang istri. “Sejak 2003-2006 bekerja di Suriah, sekarang di Dubai baru pulang tahun depan,” jelas laki-laki asal Karawang. 

Kala sang istri bekerja di luar negeri, Rasmin mengaku sempat ketakutan kalau terjadi sesuatu. “Suatu saat saya ingin berkumpul kembali dengan anak dan istri,” ungkapnya. 

Walaupun terpisah jauh, mengobati kerinduan, Rasmin, melakukannya dengan berkomunikasi. “Dalam satu minggu saya suka telepon untuk menanyakan kabar istri di sana,” tandasnya. 

Tapi apa mau dikata, walau rindu kerap melanda, sampai sekarang, Rasmin tidak bisa memaksakan istrinya untuk segera pulang. “Saya terus mendoakan agar istri saya tetap sehat dan tidak terjadi sesuatu,” harapnya. 

Dalam diam jiwaku

telah terluka memilikimu…

Tak usah diteruskan. Makin sakit. Seperih itukah mencintaimu? Angin di akhir musim panas ini menusukku jauh ke dalam. Adakah aku menyadari bahwa cintaku terlalu dalam padamu, entah. Akupun tak mampu menafsirkan rasa.  

Dalam diam. Hari demi hari aku mengharapmu begitu rupa, tanpa tahu akan berbalas atau tidak. Kupikir aku memilikimu, namun yang tersisa hanyalah hening dalam diam. Tiada suara, tiada jawab. Dalam aku memandang wajahmu, tak kunjung jua menemukan yang dulu kupikir telah kutemukan padamu. Mungkin aku hanya sedang terbutakan oleh sesuatu yang lain. Mungkin juga tidak. Mungkin kata hatiku yang berkata benar, sedangkan aku tak tahu ia berkata apa.

Dalam diam. Apakah artinya selama ini bagimu? Tolong jawab, dengan kata yang sanggup kumengerti, dan bukan dengan kilas balik yang membuat aku menyerah. Apa yang harus kukatakan ketika kau mengungkapkan betapa kau mencintaiku? Apa jawabku, sayang? Haruskah aku juga berkata aku mencintaimu? Aku ingin menjawab dalam diam. Tanpa kata.

Dalam diam. Semakin mengingatmu, sayatan di hati ini makin menganga lebar. Makin hari kurasa makin tergores. Aku mencoba bertahan, sayang. Menanti, akankah tiba suatu saat aku tak lagi merasakan apapun? Haha. UTOPIA. Rasa sakit ini akan terus menjadi kegelapan yang menutupi langkahku. Tak membuatku maju barang sejengkal. Bayanganmu, cinta, bayanganmu, wajah indahmu, pelukan hangatmu.

Dalam diam. Aku tertidur bagai mati, mengenyahkan segala rasa. Senyum getir yang menghiasi wajahku hanyalah ungkapan dari kesadaranku yang mungkin tak eksis lagi. Yeah, slowly, sooner or later, i’ll lose my sanity. Just if i stay this way. 

Dalam diam. Oh dear. Aku merindumu.

S’ribu tanya sesak di dada

Haruskah bimbang meraja

Lelah tepis harapanku

Sendiri mencari bayangmu…

I look in your eyes and I can see
We’ve loved so dangerously
Youre not trusting your heart to anyone
You tell me you’re gonna play it smart
We’re through before we start
But I believe that we’ve only just begun

When it’s this good, there’s no saying no
I want you so, I’m ready to go

Chorus:
Through the fire
To the limit, to the wall
For a chance to be with you
I’d gladly risk it all
Through the fire
Through whatever, come what may
For a chance at loving you
I’d take it all the way
Right down to the wire
Even through the fire

I know you’re afraid of what you feel
You still need time to heal
And I can help if you’ll only let me try
You touch me and something in me knew
What I could have with you
Well I’m not ready to kiss that dream goodbye

When it’s this sweet, there’s no saying no
I need you so, I’m ready to go

Siang bolong tadi di kantor, si pacar CM ke hengpon saya, minta ditelpon. Ya udah saya telpon.

Saya (S) : Hahloh, mas, kenapa? Tumben CM.

Pacar (P) : Iya. Mau tanya. Kamu kemarin jadi beli HD external gak?

S : Ndak jadi e. Mau buat beli netbook aja. Kenapa?

P : Anu… Aku abis beli HD eksternal, trus kalo kucolokin ke laptop pake USB hub kok ga kedetect ya. Padahal kalo nyolok langsung ke USB port laptop bisa.

S : Mungkin USB hubnya uda lemah mas. Kayaknya sih bukan USB port laptopmu.

P : Eh kan USB hub ku ada 3 cabang. Kalo aku cuma nyolokin satu, berarti kan voltnya sama aja. Masa bisa lemah.

S : Bukan voltnya, mas, tapi kalo uda keseringan dipake itu lho…

P : Emang kenapa kalo USB hub keseringan dipake kenapa?

S : Ya bayangin aja ada barang keluar masuk keluar masuk kayak gitu. Lama-lama ya longgar.

P : Oh iya ya. Harusnya uda kedetect tapi gak kerasa. Dimasukin kaya gimanapun tetep gak kena.

S : Iya… *hening*

P : *Ikutan hening*

…….

Sama-sama ngakak bareng. My oh my, gak kerasa hari ini tepat setaun gak ketemu ama beliau :lol:

Ada Apa dengan Cinta Rina ?

Nama tengah saya Rina. Well sebenarnya bukan nama tengah tapi… ah sudahlah. Panjang kalo diceritakan. yang mau saya ceritakan disini, kenapa hidup saya dipenuhi *halah* dengan orang2 bernama Rina.

Jaman saya esde dulu , SDN Baratajaya di Surabaya, ada seorang teman sekelas. Namanya Rina Widyastuti. Anaknya kalem, berambut sebahu, sopan, dan panikan. Saya suka temenan sama dia ini. Gak neko-neko. Gak genit. Gak suka cari perhatian anak laki2. Saya temenan ama dia sejak kelas satu. Ah anak ini. Dulu cuma temen jajan bareng, ngabisin dan berbagi bekal, maen lompat tali bola bekel dan gobak sodor, dan sepedaan ke Taman Bungkul dan Kebun Bibit di hari minggu. Di kelas 5 dan 6 sudah mulai curhat2an. Tentang dia yang udah dapet mens di usia segitu, tentang saya yang mulai suka ama temen sekelas (R***y P*****O. wow saya masi inget nama lengkapnyah!!) dan seperti biasa, ngegosipin temen laen. Naluri sih. Hahahaha…

Kelas saya jaman esde dulu tempat duduknya milih sendiri. Jadi siswa cewek disuruh nyari tempat duduk sementara siswa cowoknya berdiri dulu di depan kelas. Abis itu para lelaki *hayah masi esde gitu loh* disuruh milih sendiri mau duduk ama sapa. Nah saya ama Rina ini uda punya pasangan tetap. Hihihi. Saya ama makhluk yang namanya Rio, yang baru lulus dari UI *makan2 woi* dan Rina ama Wahyu. Berempat ini paling ga rese ama yang namanya pacar2an, sementara temen2 laen udah ngegebet bahkan pacaran bahkan berantem ama geng esde sebelah demi ngerebutin pacar. Saya, Rina, Rio, ama Wahyu cuma suka sepedaan, duduk2 di lapangan belakang sekolah di waktu istirahat sambil berbagi bekal, mewarna bareng, pokoknya yang gitu2an deh.

Hhm. Saya masi berhubungan ama Rina Widyastuti ini sampe lulus esempe. Setelah itu lost contact, karena rumah Surabaya dijual dan saya gak pernah maen lagi kesana :( Di esema, tak ada yang namanya Rina dalam hidup saya. Ada lagi waktu kuliah. Orang pertama yang saya kenal waktu ospek. Ceritanya saya ketemu dia di jalan dengan kostum oh-so-ospek dan saya nyapa dia duluan. Eh satu jurusan. Dia dari Jakarta tapi orang batak. Rina yang satu ini nyentrik. Dia gak suka cowok katanya *hush dia bukan lesbi* maksudnya cuma suka buat dikecengin, dan gak ada niat buat pacaran. Sumpah sampe sekarang dia belum pernah pacaran katanya. Sampe SEKARANG. Makin kenal ama dia, makin deket. Biarpun jadwal kuliah gak selalu bareng, tapi kalo sore atau malem sering maen bareng. Di saat saya lagi skripsi, kost dialah yang jadi sasaran sampahan saya. Pagi buta, siang bolong, saya suka nyatronin dia. Gak peduli dianya lagi tidur atau apa. Gak jarang juga saya habis nangis di kos langsung pergi ke kos dia yang cuma 100 meteran dari kos saya, masih dengan mata sembab dan basah, dan saya cuma perlu tiduran sambil terus nangis di kasur dia yang empuk, dan dia cuma nonton tipi dan nungguin saya nangis – karena dia gak suka meluk maupun dipeluk.

Rina ini… Kami gak terlalu banyak tau masa lalu masing2, tapi rasanya udah kenal lama. Kami gak terlalu banyak bicara heart-to-heart, tapi rasanya dekeeet banget. Dia ini yang suka ngomel2in saya kalo saya nakal, kalo saya macem2, kalo saya mulai manja, kalo saya mulai mehe2.

Dia sekarang dimana ya? Saya telpon beberapa kali gak diangkat.

Well oh well, baru dua Rina dalam hidup saya yang luar biasa influencing. Ada Rina yang lain, mungkin?