Ending, dan awal dari sesuatu yang baru.
Belasan tahun lalu, aku masih SD dan kamu TK. Tapi kita sudah belajar bersaing. Kamu masih ingat mangkok merah itu, yang akhirnya jadi tempat minyak bekas penggorengan ibu? Ya, itu mangkok yang kita perebutkan, untuk membuktikan siapa yang makan paling cepat. Ya, meskipun tak ada penghargaan yang diberikan oleh Eyang Uti untuk dia yang lebih cepat menghabiskan makanan – dan tentu saja mangkok merah itu jadi maskot, karena isinya paling sedikit. Beberapa tahun kemudian, aku SMP dan kamu SD. Ah aku masih ingat betul kita pernah saling mendiamkan di rumah selama hampir dua tahun. Tidak bertegur sapa kecuali sekedar basa-basi busuk. Entah kita ini saudara seperti apa. Kamu masih ingat gak, waktu kamu kelas 6 SD kamu kabur ke surabaya sendirian. Aku senang, karena aku gak punyamusuh lagi di rumah. Tapi aku tak tega melihat ibu menangis terus. Jadi aku berpura-pura ikut sedih dan menyuruhmu pulang lewat telepon. Aku masih belum sayang kamu.
Waktu kamu masuk SMA, gak cuma ibu tapi aku ikut mengepak barang-barang yang akan kamu bawa ke tempat kos baru. Well, bukan kos tapi rumah teman bapak. Aku tahu kamu gak rela, tapi kamu mau karena ingin meringankan beban orang tua kita. Karena aku juga kos, dan bapak ingin aku dapat kos cewek yang layak. Meski kamu harus mendapatkan kos yang sepertinya gak nyaman kamu tinggali. Meski kamu gak bisa sering-sering pulang walaupun gak betah di kost, karena biaya pulang mahal. Dan aku mulai sayang padamu. Aku mulai rindu saat-saat kita di depan tv dengan si mbotol adik kita yang paling kecil, dan gak pernah habis bahan celaan kita sampe mbotol menangis. Aku mulai sering main ke kosmu, hanya sekedar tahu bagaimana kabarmu. Aku mulai sadar, kamu tidak selemah yang aku duga.
Kamu kelas 3 SMA, dan aku sudah kuliah. Uang yang harusnya buat biaya kosmu, aku pakai untuk biayaku masuk kuliah. Sekali lagi aku mengorbankanmu. Orang yang dulu kamu tinggali pindah, dan kamu harus mencari tempat kos baru. Dan semua tempat kos mahal. Dan orang tua kita sedang kekurangan. Dan kamu memilih tinggal gratis di sekolah, menitipkan barang di rumah tukang kebun sekolah. Kamu memilih belajar dan tidur di ruang guru. Kamu memilih mandi di kamar mandi SMA mu.
Sementara aku kuliah dan perhatianku terbagi pada banyak hal, kamu masih SMA dan fokus pada sekolahmu. Bahkan disaat-saat aku putus asa dengan masalah yang kita hadapi bersama, kamu yang menenangkan aku, yang mengatakan padaku semua akan baik-baik saja. Kamu gak pernah lupa mengingatkanku bahwa badai pasti berlalu.
Kamu lulus SMA, dan harus kuliah. Dan masih, orang tua kita harus membagi biaya. Dan kamu memilih ujian masuk sekolah tinggi yang gratis itu, dengan resiko jika kamu gak diterima kamu akan kerja dan bukannya mencari universitas swasta. Kamu diterima. Lagi-lagi kamu harus tinggal di tempat yang tidak layak. Ah sudahlah, gak perlu diceritakan. Hatikupun sakit kalau mengingat-ingat rangkaian kisah di awal kamu kuliah. Aku gak ingin kamu mengalami hal-hal seperti itu lagi. Jiwaku semakin lemah, tapi kamu bertambah kuat, dan gak pernah berhenti menguatkanku ketika aku sudah ingin berhenti saja. Aku makin sayang padamu, dan selalu berdoa suatu saat Tuhan membawamu pada keadaan yang lebih layak untukmu.
Akhirnya kamu harus skripsi. Dan aku – juga bapak – lagi gak punya uang untuk membelikanmu komputer. Kamu gak pernah mengeluh, dan tiba-tiba aku dengar kabar 11 September ini kamu akan sidang skripsi. Ternyata kamu berhasil melewati masa-masa skripsi itu. Kamu luar biasa, gak seperti aku yang memohon pada bapak untuk dibelikan laptop ketika tahun kemarin aku mengerjakan skripsiku.
Jam 10 malam ini waktu Eropa Central, aku menerima sms dari ibu. SMS singkat saja, gak seperti sms-sms beliau yang biasanya panjang.
YEFTA LULUS NDUK. MATUR SEMBAH NUWUN MARANG GUSTI PANGERAN.
Aku gak tahan untuk gak menangis. Akhirnya semuanya selesai sudah. Masa-masa yang berat untuk kita sudah berakhir. Gak ada lagi kita yang harus puasa karena uang habis di tengah minggu, gak ada lagi kita yang males masuk sekolah karena belum bayar buku atau SPP. Dan ada satu kabar baik lagi yang menyertai kelulusanmu. Ibu pulang.
Selamat ya, selangkah lagi untuk menunggu penempatan dan pengangkatan jadi PNS. Sudah saatnya kamu menikmati apa yang sudah kamu tabur. Aku sungguh bangga padamu. Aku ingin mengatakan sesuatu, yang belum pernah kukatakan secara lisan. Yang hanya berani kukatakan lewat sms, atau comment Friendster, atau posting blog ini :
Mbak sayang kamu.



17 Komentar
selamat buat adiknya Chris….
memang baru terasa kangennya kalau sudah berjauhan…
selamat chris, saya bangga punya ponakan macam kaw, kaw inspirator !
sedih aku mbak, baca tulisamu ini.
*ihik*
Aku terharu bacanya, Mba’e… hiikkksss… Selamat ya untuk adiknya… Hiikkksss…
…jadi ingat sm ponakan yg dari bayi sdh diasuh sama orang tua saya.
buat christin, selamet yaaa adiknya lulus. proficiat juga untuk berani mengatakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah berani diutarakan, meskipun baru lewat tulisan. maju terus pantang mundur. ingat, gak ada istilah mantan adik.
buat yefta, salam kenal. semangat terus ya!!! selamat untuk semua keberhasilan yang telah dicapai. sukses terus untuk kamu.
aku juga sayang sama mbak…
terharu..
selamat ya buat kelulusan adiknya
kenapa gak kamu bilang langsung aja sama adikmu kalo kamu bangga dan sayang sama dia? menangislah kalian berdua agar terbayar lunas hutangmu, chris
*aku blm pernah ketemu kamu, tapi aku sayang sama kamu. aneh ya, ndhuk?
KOK AKU NANGIS BACA POSTINGANMU SIH??? BENCI AKU!!! (s_angry)
.: itikkecil :.
hohoho iya mbak. kalo deket berantem terus.
.: warmorning :.
halah om ini lho.. belum segitunya.. *blushing*
.: sofianblue :.
ihikmu kok bikin eek sih blue, bukannya bikin ikutan terharu.. *keplak2*
.: KiMi :.
makasih kiimm.. Kamu kapan?
.: madlock :.
yeah.. hidup ini unik ya?
.: Noni :.
makasih buuu… *hug* semoga linda ama adeknya nanti bisa rukun2 terus ya, gak kayak aku ama adek
.: cK :.
mbak jg sayang ama tante… *dijitak*
.: emfajar :.
makasih ya mas
.: venus :.
pengen aku mbok. pengen bilang langsung. tapi belum berani. *terngiang2 if tomorrow never comes* and oh well, i love you too mbok
kok nangis? lha mbuh *mrenges*
i wish u r my sista *hug*
adekmu baca ini ndak? he must be proud of you
bangga punya temen kayak tante cristin.
.: takochan :.
am i not? *hug* iya dia uda baca… dan ga komen apa2
.: nadyaplastic :.
ah nadya… kapan mao maen kesini?
both of you are really so lucky to have each other…
bahagia dan bangga punya ade yang berdaya juang tinggi…
sebaiknya segera diungkapkan rasa sayangnya, sebelom terlambat. aku menyesal kerna blom sempet bilang sayang ke adikku dan 2 tahun lalu dia ud dipanggil pulang oleh yang Kuasa. *sigh*
criz.. aku bangga punya temen kayak kamu!!
tayuuuurr….
proud to be your friend..udah, jangan nangis lagi…ga ada yang ga mungkin, sista…cepat pulang…ayo bangun negeri kita Indo tercinta..entah kenapa aku jadi nasionalis begini..