Not to be pesimistic but i just want to give some articles. Full copypaste
Bosan, DPR Ganti Karpet Rp 3,3 M
Senin, 7 April 2008 | 05:59 WIB
JAKARTA, SENIN – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengganti karpet Gedung DPR Senayan Jakarta, tahun 2008. Anggarannya tidak main-main , sekitar Rp 3,3 miliar.
Dalam dokumen Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR Tahun 2008 yang diperoleh Persda, akhir pekan kemarin, disebutkan sejumlah fasilitas gedung dewan akan diganti dan diperbaiki beberapa item tertentu seperti karpet dan wallpaper. Total dana yang dibutuhkan Rp 3,3 miliar.
Adapun sejumlah tempat di dewan yang akan diganti karpetnya di antaranya yang terdapat di ruang kerja anggota dewan, lobi, dan ruang rapat paripurna. Misalnya karpet di Gedung Nusantara II diganti disertai perbaikan underlay dan dianggarkan Rp 2.082.500.000. Juga penggantian karpet dan underlay ruang wartawan dan penerjemah di ruang rapat Rp 247.250.000.
Untuk melapisi lantai Gedung Nusantara I dianggarkan Rp 344 juta. Selain itu, juga dipasang wallpaper di ruang anggota yang menghabiskan dana Rp 421.575.000. Sedangkan pemolesan di Gedung Nusantara III dianggarkan Rp 215.000.000.
Gedung DPR RI dibagi ke dalam lima gedung besar yang dinamakan Gedung Nusantara I sampai V. Gedung Nusantara I terdiri dari 23 lantai dan di setiap lantai berkantor semua anggota dewan. Di sini juga digunakan sejumlah Komisi DPR untuk melangsungkan rapat dengan para relasi seperti dengan para menteri kabinet pemerintahan
Di Gedung Nusantara II terdapat ruang sidang paripurna dan sejumlah perkantoran. Di Gedung Nusantara III berkantor unsur Pimpinan DPR, MPR, dan DPD. Gedung Nusantara IV dan V praktis digunakan oleh DPD RI.
Pejabat Semetara Setjen DPR Nining Indra Saleh yang dikonfirmasi soal ini, Minggu (6/4), belum memberikan keterangan. Dihubungi lewat telepon selulernya, stafnya Wanti mengatakan Nining sedang di luar kota. (Persda Network/aco)
Okay, they claimed it’s wrong. The budget for the carpet thingie was not 3,3 M IDR but ONLY UNDER 2 M IDR. Yeah. Still 11-12 it is. Another news, anyone?
Ditemukan Paspor RI Dibuang di Semak-semak Malaysia
Sejumlah paspor RI atau paspor hijau di buang di semak-semak, di Hulu Yam, Selangor Malaysia, demikian laporan sebuah media massa Malaysia, Minggu yang menurunkan laporan di halaman satu lengkap dengan foto.
Menurut laporan Harian Kosmo, sejumlah paspor yang sudah habis masa berlakunya (expire) sengaja dibuang oleh para TKI dengan harapan suatu kali dapat kena tangkap dan ditahan aparat imigrasi Malaysia sehingga bisa kembali ke kampung halaman tanpa biaya.
Harian itu kemudian mewawancarai beberapa TKI. Misalkan Sarjono, nama samaran, mengatakan, ia ingin masuk ke Malaysia dengan sah (legal) dan keluar juga sah.
Membuang paspor dan kembali ke Tanah Air dengan cara deportasi adalah cara yang tepat untuk kembali ke Malaysia setelah membuat paspor baru dengan lain identitas.
Seorang TKI dengan nama samaran Bambang, mengatakan walaupun tanpa paspor juga bisa pulang ke Indonesia tanpa mengeluarkan uang. “Tinggal tunggu ditangkap imigrasi atau Rela, mendekam di tahanan imigrasi Malaysia sebentar kemudian dideportasi ke Indonesia secara gratis. Nanti tiga bulan datang secara legal dengan paspor baru,” katanya.
Seorang Rela dari Gombak, Selangor Jaafar Abdul Rahman mengatakan sudah biasa melihat dan sering menemukan paspor Indonesia dibuang sembarangan di semak-semak. (Ant)
Yeah, it’s the UUD (Ujung-Ujungnya Duit) thingie again. Should we blame them for they can’t afford return ticket?
Bocah TK Bunuh Diri
TREN bunuh diri ternyata sudah menjalar ke dunia anak-anak. Seorang bocah Taman Kanak-kanak di Blora, Jawa Tengah, kemarin (14/5) nekad mengakhiri hidupnya hanya karena dimarahi ibunya.
Siswa bernama Renaldi Sembiring (5,9) bocah TK Pertiwi, Kelurahan Tempelen Kecamatan/Kota Blora Jawa Tengah ditemukan tergantung di tali plastik jemuran yang berada di kayu penyangga atap, di salah satu ruangan yang kosong di rumahnya kompleks Rumah Dinas Hakim PN Blora, Kelurahan Tempelen Blora.
Mengetahui anaknya dalam kondisi yang mengenaskan itu, ibu korban langsung syock. Bersama suaminya Imanuel Sembiring yang juga Hakim di PN Blora membawa Renaldi ke Rumah Sakita setempat. Namun sayang jiwa bocah tersebut tak tertolong.
Menurut keterangan, sebelum ditemukan bunuh diri, ibu korban sambil mencucui pakaian minta agar Renaldi mandi.
Tetapi permintaan itu tidak segera dilaksanakan, sehingga membuat ibu marah-marah pada anaknya.
Meski dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri, namun petugas kepolisian setempat akan melakukan pengusutan terhadap kasus itu.
Sementara itu di Wonogiri, Jarwanto (16), murid kelas III SMP PGRI Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri, dilaporkan tewas karena gantung diri.
Korban yang nekat gantung diri dengan sobekan kain diduga putus asa karena uang iuran sekolah SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan-Red)-nya nunggak selama delapan bulan.
Oleh ayahnya, uang itu sebenarnya telah diberikan. Tapi diduga habis untuk kepentingan pribadi korban, tanpa pernah disetorkan ke sekolahnya.
Lokasi yang dipakai gantung diri, berada di rumah tetangganya, Pairan, yang saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Korban tewas karena terlilit sobekan kain yang dia pakai gantung diri dengan diikatkan pada kayu usuk kerangka atap.
Pihak Polsek bersama Muspika dan petugas medis Puskesmas Jatiroto yang memeriksa mayat korban, tak menemukan adanya tanda-tanda kematian mencurigakan pada diri korban. Karenanya kemudian disimpulkan korban tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri.
Setelah mendapatkan pemeriksaan, korban selanjutnya diserahkan pada orang tuanya untuk dimakamkan.
Kasus warga tewas karena gantung diri ini, menjadi tragedi kedua gantung diri di Kabupaten Wonogiri terhitung dalam sepekan terakhir ini. Sebab sebelumnya, sebagaimana pernah diberitakan, masyarakat Dusun Sigereng Desa Biting Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, digegerkan adanya penemuan mayat korban gantung diri yang mulai membusuk.
Dari pemeriksaan identitasnya, korban dikenali bernama Sugeng Priyanto (23), warga asal Dusun Proditan RT 05/RW 02 Desa Ketintang Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten.
Dia tewas di bawah pohon Jati di kebun milik petani Djiman (60) di Dusun Sigereng Desa Biting Kecamatan Purwantoro (sekitar 55 kilometer arah timur Kota Wonogiri).ant
News was taken from here.
New phenomenon, isn’t it? Like you can see here, there, and everywhere. Yeah, i don’t know what’s going on with the children in Indonesia. WHO SHOULD BE RESPONSIBLE FOR THIS SUICIDE SYNDROME?? Not only happened to teenage. But to the really really early birds as well. Age of elementary school. Even toddler. WHAT’S WRONG???
However, i’m still optimistic that we can do something for remembrance of national awakening day. Okay, a bit. Not too much. But even better than totally lost of hope. Still wanted to be agent of change, someday. If not now, then later maybe. Should the fire be brought from abroad, as the STOVIA students did 100 years ago to wake up the youngsters?
WE NEED SPIRIT, NOT REASON. Nice quote, bel. Alvast bedankt!
——————————————————————————
Update: Ada pernyataan menarik tentang pendapat seorang siswi SMA tentang Hari Kebangkitan Nasional. Baca disini deh.


6 Komentar
gua baru sadar ternyata quote gua bagus juga ya. (huahahahahaha.. jijik bgt..)
let’s spread the spirit!!
what an irony…. wakil rakyat yang gak peduli sama rakyatnya.
nice quote
mau gak mau memang sering pesimis, gimana nggak, peringatannya lebih sering seremonial kayak brita di detik itu. Untung sekarang gak musti ikut upacara kayak jaman esde esempe dulu
.: jubel :.
Lebai lu ah bel. Hahahaha
.: itikkecil :.
tapi judulnya wakil rakyat mbak..
.: takochan :.
iya. tapi kangen upacara juga lho des…
ya sudah, bikin upacara sendiri depan kantor!
eh, salah2 dikira orang aneh yow
kalo aku sih lebih kangen saat2 abis upacara,
dapet makan gratis, kue enak, sama bebas dari pelajaran sehari penuhsaya heran, pelajaran sejarah apa yang diajarkan di sekolah dasar kok sampai murid-murid sekolah tidak begitu peduli dengan hari nasional?
kayak dulu aja, 17 agustus berasa banget suasananya, sekarang kayaknya sekedar hari untuk upacara aja.
btw soal yang bunuh diri, mungkin mereka kebanyakan baca komik jepun. di jepun khan terkenal dengan harakirinya..
atau nyawa sekarang begitu murah? hingga patut untuk dibuang-buang? oh please…give me a break!
One Trackback/Pingback
[...] It’s good to be bad some time, but for only a short period of time. Thanks to christin and yuki. (No Ratings [...]