Pagi hari, pukul sembilan lebih beberapa menit, aku beranjak keluar pintu kamar, menembus angin kencang yang meniup Belanda beberapa hari ini. Pergi ke gereja setelah minggu kemarin absen gara-gara sakit, aku berjalan kaki seperti biasa, menyusuri sepanjang jalan Stationsweg dan Chinatown, melangkah di antara megahnya gedung Stadhuis, dan menyeberang ujung depan Den Haag Centraal Station.

Sambil mendengarkan lagu lama di hengpon Walkman ku, baru kusadari aku sedang berjalan di belakang dua orang kakek-nenek. Mereka bergandengan tangan sambil mengobrol dengan suara keras.

dsc05423.jpgdsc05424.jpg

(fotonya emang gak bagus karena diambil sambil berjalan kaki, dan hanya dengan kamera hengpon dua mega pixel :( )
Setelah mengambil foto, walkman tak langsung kunyalakan lagi. Aku ingin ikut menikmati kebersamaan mereka berdua, sambil tetap berjalan di belakang mereka. Terdengar jelas beberapa kali dari bibir mereka kalimat yang sama, “wat zegt je?” (apa katamu? – red) Entah, mungkin karena sudah tak terlalu jelas mendengar apa yang dikatakan pasangannya. Sesekali si nenek membetulkan letak capuchon jaketnya, dan si kakek membantunya dengan melepas tas selempang yang dikenakannya.
Hhm.. Aku menghela nafas sejenak, dan tersenyum. Bisakah aku seperti mereka berdua, yang bisa terus bersama pasangannya sampai tua. Bukan hal yang mudah ketika memutuskan untuk memilih seseorang untuk menjadi teman melanjutkan sisa hidup. Untuk bersama dia dari bangun tidur sampai beranjak tidur lagi, dalam sakit maupun sehat, dalam susah maupun senang, sampai maut memisahkan.
Aku memang belum ada rencana menikah dalam waktu dekat, namun belum bisa kubayangkan jika benar-benar harus mengatakan “yes, i do” untuk setiap butir janji nikah pada saat pemberkatan nikah di depan pastor, dan melewati hari-hari berikutnya sebagai seorang istri dengan segala tanggung jawabnya. Aku masih sering egois, masih sering memikirkan diriku sendiri dan bahkan menuntut orang lain.
Tapi tiba-tiba ada perasaan yang menyeruak di hati… Dalam. Hangat. Mengingat-ingat sekian lama kebersamaan dengan tunanganku yang berada 11400 kilometer jauhnya. Otak ini memutar kembali memori-memori indah yang dulu terlewati bersama, tribun barat GSP UGM, warung burjo seputaran ringroad utara, kampus teknik kimia dan teknologi pertanian, sudut spesial di bilangan pogung, dua kamar di RS Panti Rapih, dan berjuta tempat yang hanya dengan mengingatnya mampu membuatku tersenyum, memberi sensasi serupa cinta pertama. Rasanya tak pernah bosan mendengar suaranya setiap hari di telepon, meskipun dengan berjuta maaf karena meninggalkannya di Indonesia dan tak bisa menemaninya melewati beberapa saat yang penting beberapa bulan yang lalu. Berterimakasih padanya karena hanya dengan meneleponnya membuat perasaanku jauh lebih baik setelah aku lelah menangis.

Aku ingin menemanimu, bukan seumur hidupmu, melainkan selama sisa hidupku…

ah sudahlah, biarlah pagi ini aku menikmati saja kebersamaan mereka berdua sambil membiarkan perasaan yang manis ini menghangatkan pagiku yang dingin.

As we walk the golden mile
Down the pretty aisle
I know that you are mine
And there’s nothing in this world
That I know I wouldn’t do
To be near you every day
Every hour, every minute

Take my hand and let me lead the way

All through your life
I’ll be by your side
Till death do us part
Baby, I’ll be your friend
My love will never end
Till death do us part

When I wake up every day
With you lying in my arms
I wonder if I’m dreaming
When I look into your eyes
I just can’t believe it’s true
That my heart belongs to you
Baby, we can have it all

There’ll be good times
And there’ll be bad
But I will stand beside you woman
All the way
And through the years
As life will put us through
When snow will fall on winter nights
I’ll keep you warm inside
Yeah, baby, I will

valentine08.gif

9 Komentar

  1. Hwahhh….
    kerinduan yang mendalam
    kepercayaan akan sebuah janji
    kepercayaan yang sangat besar bahwa kita akan benar2 bisa hidup dengan orang lain …
    Yup!
    salam kenal aja deh,
    barangkali aku sedang merasakannya juga. *wew, kok ikutan curhat*

  2. waduh, terharu bacanya :)

  3. uuuh…ini postinganmu yang paling keren! :D

    ntar kalo nikah, saya diundang ya.. :D

  4. suka mike tramp, vito bratta, greg d’angelo, sama james lomenzo juga tho?

    aku suka broken heart-nya, ohohoho!

  5. .: little_@ :.
    yah begitulah mbak. perasaan yang kompleks. salam kenal juga yah

    .: miund :.
    duh mbak miund, terharu karena akan segera menikah ya? hehehe… kabar2in yah..

    .: cK :.
    berarti postinganku yg dulu gak keren chik? :(

    yayaya.. nanti diundang, kalo kamu duluan ya jgn lupa undang-undang ya…

    .: joe :.
    kedawan nulis asma sampeyan, mas. hehe. yah, begitulah, tapi saya yang paling suka ya lagu ini. mellow mehe2 gemanaaaa getoo…
    *genit mode : on*

  6. blessed be your husband-to-be for so deep is your love. love shall prevail and overcome everything. wish you all the best. God bless.

  7. Such a sweet post to read in the morning :D .

  8. mbak citiiiin n emang postinganmu paling bener, coz paling gak “nyleneh,…” ayo mbak nikah hehehehe aku yo rodo wedi,.. tp kalo dah saatnya pasti siap. misssssssssss u, pengin nyubit pi2mu. mbak postinganmu tak link ya,.. nek sempet (maaf boso jowo, nek bhs indonesia kr kw ANEH rasane)…

  9. Terharu :(
    Aku juga sering melihat pasangan oma opa masih bergandengan tangan. Aku pernah nanya sama temenku yang udah nikah puluhan tahun sama pasangannya, dan dia bilang di usia mereka, yang ada bukan lagi cinta, tapi kasih sayang yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri, karena pastinya penjabaran kasih sayang menurut mereka berbeda dengan kasih sayang menurut orang. Intinya, apa yang membuat mereka masih bersatu itu sulit dijelaskan heuehue.Mungkin saking dalemnya yaa. Eh iya, salam kenaal :)


One Trackback/Pingback

  1. Oleh Mehe-mehe mode : on « a Place Like Home pada 22 Jun 2008 jam 7:19 pm

    [...] Posted in apaajabolehdeh at 7:19 pm by chrisibiastika Abis ngaskus belajar, nemuin cerita ini. Uuuuh… jadi inget postingan saya yang dulu itu. [...]

Tulis sebuah Komentar

*
*