Twinkle twinkle little star
How i wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Yeah.. Kau seperti bintang di langit. Selalu bersinar tanpa lelah, dan aku yang egois, aku yang kadang menghindar darimu, kerap berlindung di balik awan dan hanya menyisakan gelap untukmu.
Tapi kau tahu? Di saat-saat aku sedang kesepian, aku menengadahkan wajahku keatas, mengintip malu-malu, melihat apa kau masih ada bersinar untukku. Ah, sudah kuduga, selalu saja aku mendapatkan senyummu yang terindah, seakan kulihat tanganmu menyambutku tak peduli sejauh apapun aku berlari darimu.
Tak pernah lelah kau mengucap sayang padaku, dan apa balasku? Sunyi. Seakan aku tak pernah punya waktu untukmu. Bukan aku tak pernah mengingatmu, aku hanya tak tahu bagaimana aku bisa mengungkapkan betapa aku rindu padamu. Betapa aku membutuhkanmu
Entah berapa belas tahun yang lalu ketika mungkin aku masih kelas tiga atau empat sekolah dasar, kau datang mengunjungiku ketika liburan, dan waktu kau pulang, aku melihat jam tanganmu tertinggal di atas meja, dan aku berlari menyusulmu ke depan jalan sambil masih memegang boneka kodok kesayanganku.
Jam tangan kesayanganmu itu beberapa hari yang lalu rusak, katamu
Tunggu aku pulang, ya.
Sudah berapa tahun aku sekolah? Entah. Setiap hari selama SMP, setiap akhir pekan waktu aku SMA dan kuliah. Tak perlulah aku hitung berapa tahun. Kau tak pernah absen mengantar jemputku. Tanpa lelah. Meski sering aku marah jika kau sibuk dan tidak bisa menjemputku. Iya, kau memang menyuruh sepupu-sepupuku bergantian menjemput. Tapi aku tak pernah percaya orang lain. Aku hanya percaya padamu.
Tahukah kau aku seringkali menangis setiap kali mengingat beberapa tahun lalu, ketika hatimu tercabik oleh sesuatu yang terjadi. Aku marah. Sesak. Perih. Dan aku tahu lebih terasa sakit untukmu. Tapi kau tetap tegar, kau tetap bertahan dan tak pernah menyerah. Meski aku sering mendengar tangisanmu ketika kau berlutut dan berdoa di tengah malam.
Tetap kuat, ya. Aku yakin semua akan baik-baik saja.
Malam ini aku teringat bahwa hari ini adalah ulang tahunmu, memang masih 2,5 jam lagi disini tapi disana umurmu sudah bertambah satu.
Selamat ulang tahun yang kelimapuluh, bapak. Usia emas, dan di usia ini kau sudah boleh menikmati masa-masa istirahatmu. Berjanjilah kau tidak akan bekerja terlalu keras lagi. Kau masih boleh pergi kesana kesini tapi jangan di malam hari ya. Jangan pula tidur terlalu larut karena berpikir macam-macam. Jangan pernah lupa makan dan jangan minum kopi sebelum sarapan. Ah kalau aku ngomel kau hanya tertawa saja dan aku tahu kau selalu lupa apa yang aku bilang.
I love you, Babe* …you’re my shining star, forever and for always.
*) Babe, panggilan saya buat bapak – dibaca babe biasa aja dan bukan beib